Gereja: Tempat Kita Bertumbuh

“Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.” (Kisah Para Rasul 14:27)



Pembahasan: Kisah Para Rasul 14:21-28 | Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 14

Pelayanan misi bukan sekadar menceritakan kabar baik dan bukan hanya membawa orang bertobat dan dibaptis, tetapi juga mendampingi, menguatkan, dan menggembalakan umat percaya agar tetap bertahan di dalam iman. Itulah yang dilakukan Paulus dan Barnabas dalam Kisah Para Rasul 14. Mereka bukan hanya memberitakan Injil, tetapi juga kembali untuk menguatkan dan menasihati jemaat. Saat itu, jemaat-jemaat sedang berada dalam tekanan, penolakan, dan ancaman penganiayaan. Paulus tahu bahwa orang-orang yang baru percaya ini membutuhkan penguatan supaya mereka tidak tawar hati dan meninggalkan iman mereka (ay. 22). Karena itu diangkatlah para penatua bagi jemaat-jemaat itu supaya ketika Paulus dan Barnabas pergi, jemaat tetap memiliki gembala yang menjaga, mengajar, dan menguatkan mereka. Akhirnya, mereka kembali kepada gereja yang mengutus mereka dan menceritakan semua yang Tuhan telah kerjakan melalui pelayanan itu serta bagaimana Tuhan telah membuka pintu iman bagi bangsa-bangsa lain.

Kita belajar bahwa pelayanan Kristen bukanlah pelayanan yang dilakukan sendiri-sendiri, melainkan lahir dari gereja, dikerjakan bersama gereja, dan dipertanggungjawabkan kembali kepada gereja. Meski Paulus dan Barnabas dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka tetap menempatkan diri sebagai bagian dari komunitas orang percaya yang saling mendukung dan saling menjaga.

Prinsip inilah yang sering kali mulai memudar di era digital. Banyak orang berpikir, “Yang penting saya memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Saya bisa beribadah online, jadi saya tidak membutuhkan komunitas atau gereja lokal.” Memang benar, hubungan pribadi dengan Tuhan itu mutlak. Namun, Alkitab tidak pernah menggambarkan kehidupan Kristen sebagai perjalanan yang dijalani seorang diri. Seperti Paulus dan Barnabas yang memiliki gereja pengutus sebagai tempat untuk kembali, kita pun membutuhkan komunitas gereja lokal agar dapat terus bertumbuh dalam iman. Ketika kita lemah, ada yang menguatkan; ketika kita mulai menyimpang, ada yang menegur. Orang Kristen yang berjalan sendiri lebih mudah lelah dan kehilangan arah. Tuhan memelihara iman umat-Nya melalui gereja-Nya. Karena itu, janganlah kita menjauhkan diri dari persekutuan dengan komunitas rohani kita, sebagaimana diingatkan oleh Firman Tuhan dalam Ibrani 10:24-25.

STUDI PRIBADI: Mengapa Paulus dan Barnabas kembali mengunjungi kota-kota yang sebelumnya berbahaya? Apa yang hal itu tunjukkan tentang hati seorang pelayan Tuhan?

Pokok Doa: Mari kita berdoa agar Tuhan memakai hidup kita untuk menjadi penguat bagi orang lain, khususnya mereka yang sedang bergumul, takut, atau mulai tawar hati dalam perjalanan iman mereka.

Sharing Is Caring:

×

Kisah Para Rasul 14:21-28

Kembali ke Antiokhia

21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.

22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia.

25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai.

26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.

27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.

28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

×

Kisah Para Rasul 14


1 Di Ikoniumpun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya.

2 Tetapi orang-orang Yahudi, yang menolak pemberitaan mereka, memanaskan hati orang-orang yang tidak mengenal Allah dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu.

3 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.

4 Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu.

5 Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu.

6 Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya.

7 Di situ mereka memberitakan Injil.

8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.

9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.

10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.

11 Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."

12 Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.

13 Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.

14 Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:

15 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,

17 namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."

18 Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.

19 Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.

20 Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.

Kembali ke Antiokhia

21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.

22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia.

25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai.

26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.

27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.

28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

×

Kisah Para Rasul 14:22

22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

×

Ibrani 10:24-25

24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

×

Kisah Para Rasul 13:46

46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

×

Kisah Para Rasul 13:47

47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

×

Markus 13:17

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *