Domino Effect

“Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.” (KPR 9:22)



Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 9:22 | Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 9:19-30

Domino Effect adalah reaksi berantai yang terjadi ketika suatu peristiwa memicu serangkaian peristiwa serupa, terkait, atau terhubung. Bayangkan: seperti rentetan kartu domino yang berdiri rapi, kemudian ada satu kartu yang jatuh dan menyebabkan kartu-kartu lainnya menjadi jatuh. Tanpa ada sebuah peristiwa yang mengawali tentu tidak akan ada domino effect. Kisah pertobatan Saulus menceritakan hal yang sama. Berawal dari perjumpaannya dengan Yesus di Damsyik, lalu menimbulkan dampak yang luar biasa bagi perkembangan kekristenan dan bahkan bagi dunia.

Setelah Saulus bertobat, perubahan radikal terjadi di dalam dirinya. Dulu ia melawan Yesus, kini menjadi pembela-Nya. Dulu ia terkenal dengan “hobinya” yang menangkap pengikut Kristus, kini ia menjadi kawan sekerja Yesus dan murid-murid-Nya. Dulu ia mengecam berita Injil, kini ia justru menjadi ujung tombak pengabaran Injil bagi orang-orang non Yahudi. Setelah berjumpa dengan Yesus, Saulus menjadi pengaruh yang besar untuk memberitakan kabar baik. Sampai-sampai orang-orang yang mengetahui perbuatan Saulus yang dulu, menjadi terheran-heran. Mereka meragukan pertobatan Saulus, karena mereka tahu siapa Saulus. Namun, Tuhan memakai Barnabas untuk meyakinkan mereka mengenai perubahan diri Saulus. “Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.” Itulah yang dilakukan Ananias ketika ia memanggil Saulus sebagai “saudaraku” (ay. 17).

Perubahan yang radikal ini karena anugerah Allah. Ketika seseorang mengalami lawatan Allah, maka hidup baru dan pertobatan adalah hal yang tak terelakkan. Perubahan yang radikal merupakan konsekuensi logis, ketika Allah hadir dalam hidup kita. Dulu hidup bagi keuntungan diri sendiri, kini hidup bagi Allah. Dulu menjadi hamba uang dan hawa nafsu, kini menjadi hamba Kristus. Semua berawal dari perjumpaan dengan Kristus yang berlanjut pada panggilan-Nya yang radikal. Apabila setiap hari kita mengalami perjumpaan dengan Kristus, maka perubahan radikal juga akan terjadi dalam diri kita. Sudahkah Anda berjumpa dengan Yesus?

STUDI PRIBADI: Bagaimanakah cara Anda agar berjumpa dengan Yesus setiap hari?

Pokok Doa: Berdoalah bagi orang-orang yang membenci kekristenan agar mereka boleh mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dengan Yesus.

Sharing Is Caring :

×

Kisah Para Rasul 9 : 19-30

19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.

Saulus dalam lingkungan saudara-saudara

(9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.

20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?"

22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.

23 Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus.

24 Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia.

25 Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.

26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.

27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.

28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.

29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.

30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.

×

Kisah Para Rasul 9 : 17

17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."

×

Kisah Para Rasul 4 : 31

31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

×

1 Korintus 15 : 4

4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

×

Kisah Para Rasul 2 : 34a

34a Sebab bukan Daud yang naik ke sorga,

×

Kisah Para Rasul 2 : 34b

34b malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

×

Kisah Para Rasul 2 : 36

36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *